Ibu yang tangguh?
sungguh sebuah fenomena yang sangat menarik, sejauh apa ketangguhan seorang ibu? Apakah dia sekuat tarzanwati? sehebat wonder woman? atau sekaya fulanah? secantik fulanah-1? sepintar fulanah-2?

Tentu bukan itu semua yang akan saya ketengahkan pada tulisan kali ini. Seorang ibu yang tangguh adalah seorang ibu yang benar2 telah mengalami batu asah kenabawian, seorang ibu yang patut menjadi contoh tauladan. Seorang yang akan terkenang jasanya sepanjang sejarah. Agar kita tidak rancu terhadap leteladanan para tokoh2 jaman sekarang, kita akan meneladani tokoh2 sahabiyah, pada jaman awal2 islam.



***

Beliau adalah seorang salehah, yang berhasil mendidik puteranya dengan penuh kesabaran. Untuk menggambarkan bagaimana beliau berjuang untuk puteranya, dimana Siti Hajar (Ibunda Nabi Ismail Alaihissalam) bolak balik antara bukit Shafa dan bukit Marwa sampai tujuh kali, demi memenuhi rasa haus sang buah hati, Ismail, yang meronta- ronta kehausan dipadang tandus.

Siti Hajar, ditinggal oleh sang suami tercinta, Nabi Ibrahim Alaihissalam, atas perintah Allah Swt. di gurun pasir yang sangat sepi, yang tidak ada satu orang pun tinggal disana, bahkan tidak juga orang yang lalu lalang. Akan tetapi, buah perjuangan, kesabaran dan ketawakalan Siti Hajar kepada Allah Swt., kemudian dirasakan oleh semua umat Islam di seluruh penjuru dunia, berupa air zamzam.

Begitulah, gambaran perjuangan ibunda tercinta, penuh dengan kesabaran, dedikasi, dan kasih sayang kepada anaknya, maka tak heranlah ketika suatu saat seorang sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad Saw. tentang bakti kepada orang tua; “Ya Rosulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan kebaikan pergaulanku?” Beliau bersabda, ”Ibumu.” Dia berkata lagi, ”Kemudian siapa lagi?” Beliau bersabda, ” Ibumu”. Dia berkata lagi,”Kemudian siapa lagi?” Beliau bersabda, ”Ibumu”. Dia berkata,”Kemudian siapa lagi?”. Beliau bersabd, “Ayahmu”.

Lalu, bagaimana untuk menciptakan seorang ibu yang tangguh dalam berbagai situasi seperti dicontohkan oleh Siti Hajar? Atau seperti dicontohkan oleh Asma binti Abu bakar, yang tetap membantu perjuangan Islam walau dalam kondisi hamil tua, dengan setia mengantarkan perbekalan kepada ayahanda tercinta, Abu Bakar dan Rosulullah Saw. ketika beliau berdua bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraisy?

Sebelum menginjak ke pembahasan tersebut, saya ingin mengajak anda semua untuk mengingat kembali, bagaimana di zaman ini, kaum wanita belia yang ingin menapaki karir yang cemerlang, baik di dunia hiburan atau bidang lainnya, banyak yang menggadaikan sebagian dari agamanya, bahkan, ibundanya sendiri yang mendukung penuh, dan mengusakan ketenaran anaknya. Semoga kita semua tidak terlena oleh fata morgana dunia.

Maka akan halnya masalah ini, Baginda Rosulullah Saw. Bersabda, ”Bagaimana dengan kalian, apabila perempuan-perempuan kalian telah melampaui batas, pemuda- pemuda kalian telah berbuat kefasikan, dan kalian juga telah meninggalkan jihad kalian …?” Adalah sebuah mata rantai yang sambung menyambung, awalnya, kaum wanita berbuat melampaui batas, lalu diikuti oleh kenakalan kaum remaja. (Hadis tsulasa, ceramah- ceramah Hasan Al-Banna, Hal 601)

Itulah kita, wanita. Jika kita rusak, maka jangan berharap anak-anak kita akan menjadi penerus perjuangan Islam. Jika orientasi kita terhadap hidup anak- anak kita hanya melulu seputar ketenaran dan kesuksesan dunia, maka jangan harap kita akan mendapatkan kiriman doa dari anak yang saleh, ketika kita kelak sudah di alam baka.

Satu hal yang perlu kita ingat bersama, bahwa Allah Swt. pasti akan menguji setiap orang yang mengaku beriman, seperti janji-Nya dalam Al-Quran yang mulia, “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta benda, jiwa dan buah- buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang- orang yang sabar,” (QS.Al Baqoroh:155).

Adalah sebuah kepastian, bahwa kita didunia ini akan diuji Allah Swt. dengan ujian yang tidak kita sukai. Tetapi, bagi kita sebagai seorang muslimah, yang apalagi sudah diberi amanah oleh Allah Swt. lantas akankah kita lari dari kenyataan? Ataukah berlapang dada menghadapinya dengan penuh kesabaran, dan mengharapkan balasan pahala serta karunia dari Allah Swt.?

Maka, cukuplah bagi kita untuk mencontoh ibu- ibu kita yang senantiasa teguh memegang prinsip Islam, senantiasa bersabar dalam ujian, dan berjuang demi pendidikan dan kesalehan anak- anaknya.

Apalagi jika bukan dengan cara mengencangkan ikatan kita terhadap Allah Swt., serta memperkuat ruhiyah kita, meluruskan visi kita terhadap anak- anak kita. dan berusaha untuk tetap bersabar, bersabar, dan bersabar.



PERAN BESAR WANITA DALAM MENENTUKAN GENERASI BERKUALITAS ISLAM

Melihat kelahiran dan perkembangan islam yang begitu pesat sejak pertama kali diwahyukan Allah hingga yaumil akhir,semua ini tidak bisa dilepaskan dari realitas bahwa wanita berperan besar dalam menentukan generasi berkualitas islam yang mampu membesarkan agama Allah di muka bumi.
untuk pertama kalinya,para generasi emas islam yang pernah dan akan selalu ada,mendapat pelajaran tentang hidup : 'dari mana hidup?untuk apa hidup?akan ke mana setelah hidup berakhir?' bukan dari sekolah tapi dari ibu sebagai guru pertama dan utama mereka

ibu semacam ini tidak secara otomatis hadir namun harus melalui proses : melatih dan mempersiapkan dirinya untuk menjadi wanita tangguh dengan integritas utuh yang melandaskan hidupnya hanya pada akidah islam

PROFIL WANITA TANGGUH DALAM ISLAM

1. wanita dermawan berdedikasi tinggi dalam pengorbanan harta,tenaga,fikiran dan jiwa serta pembelaannya kepada islam
~Khadijah binti Khuwailid Ra

2. wanita dengan segudang ilmu agama dan dunia
~Aisyah binti Abu Bakar As Shiddiq Ra,periwayat ribuan bahkan lebih hadist rasulullah dan guru bagi para shahabat Ra sepeninggal rasul untuk menimba ilmu
~As Syifa binti Abdillah,pengajar tulis menulis dan seorang ahli obat-obatan
~Zainab dari bani awad,seorang ahli penyakit mata
~Ummul Hasan bin al Qlodli Abi Ja'far Atthanjali,dokter ternama di masanya
~dsb

3. wanita politikus
~Fatimah binti Rasulullah SAW,yang terkenal dengan julukan Ummu Abiihaa (ibu bagi bapaknya) dan seorang ahli strategi perang
~Atikah binti Yazid bin Mu'awiyah
~Ummi Salma binti Ya'kub bin Abdillah al Makhzumi,
~dsb

4. wanita dalam perjuangan membela islam
~Sumayyah,istri Yasir,ibu Ammaar bin Yasir,yang syahid setelah disiksa dan ditusuk kemaluan hingga tembus kepalanya dengan tombak,karena mempertahankan keyakinannya kepada Allah dan islam
~Asma binti Abu Bakar As Shiddiq Ra,yang berkata kepada putranya yang hendak berperang tapi khawatir terbunuh dengan kondisi tubuh tercincang.dengan mantap Asma berkata :
'anakku,sesungguhnya menguliti kambing setelah kambing itu disembelih tidak menjadikan kambing itu semakin kesakitan'
~Nusaibah binti Kaabal Anshariyah (Ummu Umarah) yang terpotong tangannya dalam suatu perang ketika ia melindungi rasulullah
~Hindun binti Amr bin Harom yang dengan tabahnya membawa jasad suami,putra,dan saudaranya yang terbunuh dalam perang sehari,lalu menguburkan jasad mereka dalam satu kubur

5. tauladan muslimah pembela dan pejuang islam lainnya yang tak terhitung jumlahnya

Profil wanita idaman islam semacam itu tidak akan lahir dari wanita yang gemar hura-hura,merayakan hari wanita sedunia (women's day),atau kelompok-kelompok yang meneriakkan 'women's liberation',dan kesetaraan Gender yang tak lain adalah seruan kufur barat untuk membebaskan (menjauhkan) kaum hawa dari islam.Perjuangan semacam ini tidak akan pernah mendekatkan wanita pada cinta Allah bahkan mendekatkannya pada murka dan azhab Nya.

Perjuangan yang mampu menyelamatkan wanita dari eksploitasi seksual,perdagangan manusia(human trafficking),prostitusi,dan derita wanita tanpa akhir lainnya hanyalah ketika mereka berjuang untuk mempersiapkan dirinya untuk menjadi muslimah yang tangguh dan berkepribadian islam...setangguh para shahabiyah rasulullah SAW...

yaa Allah...
jadikanlah hamba wanita idamanMu dan islam
mudahkanlah hamba meneladani kepribadian para shahabiyah Ra dan muslimah generasi islam terdahulu (tabi'in & tabi'ut tabi'in)
agar kemenangan islam segera kembali bersinar terang melalui tangan para mujahid
yang lahir dari rahim para ibu mujahid


Semoga dengan itu, kita senantiasa dimudahkan Allah Swt. dalam menghadapi berbagai gelombang, dalam samudera kehidupan.

Wallahu ‘alam bisshowab
salam_sitijamilahamdi
dari berbagai sumber

0 komentar